Entah mengapa. Aku begitu pendendam akhir-akhir ini. Sebetulnya bukan karena banyak sebab. Cuma satu yang membentuknya. Aku sebetulnya bukan seorang pendendam. Aku memang agak gampang tersinggung, tetapi aku juga bisa dengan cepat melupakan kemarahan jika si penyebab meminta maaf atau bahkan tidak perlu meminta maaf sama sekali. Sudah berulang-ulang pula kejadian yang menyakitkan kualami, tetapi dengan cepat atau perlahan aku bisa memakluminya.
Tetapi ada sebuah kejadian yang membuat aku demikian marah. Teramat marah. Aku ceritakan intinya saja. Aku disepelekan karena sebuah alasan yang sama sekali tidak masuk akal. Tentang sebuah hubungan antara lelaki dan perempuan. Sebetulnya aku lebih senang misalnya orang menerima atau tidak sama sekali. Langsung saja katakan: iya atau tidak. Tidak mengambang dan plinplan. Aku tidak mau menjelaskan detailnya. Biarlah aku simpan sendiri. Pokoknya sampai sekarang entah mengapa untuk yang satu itu itu aku teramat sakit hati. Dan celakanya sakit hati itu tidak bisa kulupakan dengan cepat. Semakin ingin kulupakan semakin bertumpuk sakit hati itu. Sebetulnya yang lebih tepat bukan dendam sih. Sakit hati barangkali lebih tepat, tetapi kayaknya nyerempet-nyerempet ke dendam deh. Padahal sebelum ini hubungan yang terjadi meskipun tidak berhasil tidak pernah menyisakan sakit hati seperti itu. Naudzubillahi min zalik! Celakanya itu masih berlangsung sampai aku menulis ini, beberapa minggu atau bulan setelah kejadian itu.
Aku berlindung kepada-Mu Ya Allah dari setan yang menguasai dendam ini!
Kota kito, 2005