4.09.2005

sajak siang

SEPERTI MASA LALU
seperti masa lalu
masih menjejaki lumut di batu
mengejek mau
lupa kepada hari depan
di kota yang semakin kehilangan keaslian
karena penyeragaman
kau, aku
kelu dalam keluh
melalui musim menjelma muson
dan bandang yang tak surut
2005

SAJAK SIANG
siang
dan ketukannya yang sangar
mengawal kesempatan
sempit pada awalnya
lalu masa
menerobos tiba-tiba
sekadar mampir ngombe
dalam kegilaan yang kian terstruktur
2005

BAH!
aku berjalan di antara laporan jurnalisme kota
berdarah-darah dan norak deh!
dari lubuk terendah strata kasta
cuma ada bising yang seharusnya hening
kata cuma menjelma petaka
"aku mau berjalan saja di sini," katamu
entah di mana pengembaraan tanpa akhir itu
2005

CERITA
Tuhanku,
berjalan menuju-Mu
deras dan teramat berliku
Tuhanku,
cinta-Mu mengucur deras
namun tak sedikit pun
aku membalas
Tuhanku,
perkenankan aku mencintai-Mu
sekali lagi
2005