6.13.2005

menuju ke sana

maka aku akan mempersiapkan diri meminangmu, adik
dengan segenap kesungguhan hati

6.02.2005

satu

lalu kita pun pias dalam janji
cuma itu

6.01.2005

AlifBaTa-ku baru sebataz lafaz

alifbata-ku baru sebatas lafaz
akadku baru sejumput berkas
sepanjang hidup yang lebam
dalam senandung yang memar
aku ingin mencumbu-Mu dengan deras
sebanyak Kaubombardirkan cinta-Mu teramat jelas
namun alifbata-ku baru sebatas lafaz

dini hari yang membenturkan dinginnya pada tanah basah
menjumpai-Mu dalam tengadah
berurai isak tangis alangkah jadah
aku tersipu dalam doa jatuh
sebatas lafaz pula

subuh pun sajadah terentang
diikuti rintih begitu pedih
juga dalam pagi dhuha setelahnya
di tengah tekanan duniawi
mencari akad dan tekad pasti

sepanjang hari hingga petang yang menggumpalkan kembali
doa-doa lusuh
menjelang maghrib yang luluh
dan malam yang meruntuhkan cahaya siang
aku mengumpulkan tekad
dalam senandung yang tetap memar
ingin mencumbu-Mu dengan penuh
sebanyak Kaubanjirkan nikmat yang takterkalkulasi
namun alifbata-ku memang hanya sebatas lafaz

"sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku serta matiku hanya
untuk Allah Sang Raja Alam
"
namun alifbata-ku baru sekadar lafaz

2005