:Zahwan
Melangkahlah dengan teriakan yang merontokkan kemarau.
Bukan bising, sekadar camay yang riang dari keluguan
kanak-kanak.
Baru ketiga, anakku. Puisi hari jadi untukmu.
Bukan sekadar kue yang terlambat dipotong atau tidak disaksikan.
Atau bingkisan.
Atau bingkisan.
Aku mengiring kau berjalan di udara riang dalam panjang jalan
yang akan kaulalui.
Musim akan kian menua, serupa kita. Sedangkan baru tiga kali
puisi hari jadi untukmu kugubah.
27-30 Agustus 2016

