9.19.2016

Baru Tiga Puisi Hari Jadi Untukmu

Baru Tiga Puisi Hari Jadi Untukmu

:Zahwan 






Melangkahlah dengan teriakan yang merontokkan kemarau.
Bukan bising, sekadar camay yang riang dari keluguan kanak-kanak.
Baru ketiga, anakku. Puisi hari jadi untukmu.
Bukan sekadar kue yang terlambat dipotong atau tidak disaksikan.
Atau bingkisan.
Aku mengiring kau berjalan di udara riang dalam panjang jalan yang akan kaulalui.
Musim akan kian menua, serupa kita. Sedangkan baru tiga kali puisi hari jadi untukmu kugubah.


27-30 Agustus 2016 

Di Kota yang Mulai Berasap

Di Kota yang Mulai Berasap
: setahun Zelena

Ini kota yang mulai berasap
bersiap dengan tetiang yang mengoyak jalanan
mengumbar aroma baru bernama monorel
dan aku sedang di sini, Nak
sedangkan kemarin semesta setahun bersamamu. persis!
Sayup-sayup mulai terdengar gumam
:buatkan aku sajak tentang kemerdekaan
  Tentang anak-anak yang bertumbuh bersama zamannya Gibran*)
  dan angan kudusnya terijabah dalam munajat

tetapi engkau tidak akan kuserahkan sepenuhnya kepada zaman
meski kabut akan menghapus kota ini dan dibawa angin menyeberang Selat Malaka
meski pada warsa pertamamu aku sedang di kota yang mulai berasap ini
setidaknya ada kehendak: menyaksikanmu membanggakan ayah

Cepat bertumbuhlah, Sayangku!
Sebelum cemas menelan segenap keinginan kita.
                                                                                               

  Kenten Sukamaju, 5 Agustus 2016
*) Gibran Kahlil Gibran : Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu, mereka adalah anak-anak zaman