5.05.2005

Sajak Lagi

lamur
lalu aku pun lamur memandangmu
sekadar angan
pada frase yang berbau
di ujung penghujan
sebagai persiapan bagi keharubiruan
2005

pada 1998
kita pernah mengukur hari
terjerembab dalam
dalam sekali
kau pun lelah barangkali
aku juga
di sekujur tahun yang bising
di sela gumam yang kering
pada derajat nol
di belantara luar ada ketukan hymne
sepertinya tentang maut yang dirindukan
kau pun teramat lelah barangkali
aku juga
biarkan saja musim itu melindas
dalam gulirannya yang rutin
kita harus tetap mengukir hari lagi
dalam lelah itu
2005