4.14.2005

Sajak Kamis

Musi
sungai dalam sengau yang parau
mencari jawaban
mengapa jejaknya harus dimanipulasi?
dalam dangkalan yang memakan luasnya
lalu daratan itu dinamakan benteng
menyerupa dermaga yang memenuhi nyaris seperempat tepi
musimu, musiku, musi kita
melenturkan ia dalam coklat dan pekat
membersihkan lumpur dalam lumpur
sambil berteriak dalam luka sejarah
di manakah balaputradewa?
2005

Jangan Kali Ini
Jangan kali ini
apakah ceritaku?
ibu, aku lelah teramat sangat
menapaki lelikuan jalan
barangkali engkau pernah menempuhnya
menegadah menatap langit aku larut
bersama lafaz
alif ba taku tak sebatas rapal
menuju tuhan dalam t kecil
jauh dalam keinginan yang terkurung
ingin berjumpa dengan-Nya
2005

Menuju-Mu
aku berjalan menuju Allah
berlari menuju Allah
mencari Allah
Allah
aku larut dalam sembelit cuaca tergerogoh diam-diam pada keputusan ekspresi hari yang ditasbihkan
pada regulasi waktu
maka cuma sebatas inilah aku sanggup
melalui puisi
bukan rapal suci
2005